Setelah Sony meminjamkan smartphone Xperia pada developer untuk menguji aplikasi, kini giliran Nokia. Salah satu kelemahan aplikasi Android adalah terkadang aplikasi yang diinginkan tidak compatible dengan perangkat tertentu, untuk itulah diperlukan perangkat yang kompatibel untuk menguji coba aplikasi.
Pada sebuah kesempatan interview dengan FierceDeveloper melalui WMPoweruser, Senior Vice President of Developer Experience and Marketplace, Macro Agrenti mendiskusikan mengenai inisiatif pengembang Windows Phone. Agrenti mengungkapkan bahwa perusahaan Finlandia tersebut telah memberikan 17.000 handset Nokia Lumia dari 25.000 yang mereka janjikan untuk pengembang.
Pemberian handset ini dimaksudkan dengan harapan ekosistem aplikasi lebih cepat tumbuh untuk Windows Phone Marketplace. Dari Januari sampai sampai dengan Juni, ia mengatakan bahwa 600 developer event akan atau telah diselenggarakan, dengan 100 dari mereka berbasis di Amerika Utara saja.
Developer event Nokia berkisar pada Windows Phone dan Nokia telah mengakui keseriusan masalah ini dengan mendirikan kantor lokal di beberapa negara, dengan ratusan orang yang tampaknya didedikasikan sepenuhnya untuk developer-related support. Agrenti juga mengatakan bahwa fokus Nokia meliputi dua cabang, dengan aplikasi pertama yang relevan dalam konteks lokal di seluruh dunia dan aplikasi kedua yang memanfaatkan fitur unik dari Windows Platform, seperti ‘Live Tiles’.
Sedangkan dalam hal monetisasi aplikasi, Agrenti menyatakan bahwa Nokia memiliki operator billing yang mendukung, dengan 146 operator berbeda di 50 pasar global. Hal ini tentunya tidak hanya meningkatkan monetisasi tetapi juga tingkat konversi menjadi 500% dari angka 300% sebelumnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar